Kisah ini terjadi sekitar 1 tahun yang lalu, waktu itu aku dan
ibu mau pergi menengok budhe yang sedang sakit di rumah sakit. Pada
waktu kita berangkat jam menunjukkan pukul 22.30 wib, karena kami
ditelpon anaknya budhe malam hari sekitar pukul 22.00 wib. Malam itu
juga kami putuskan untuk menjenguk budhe, kami berjalan melewati jalan
di daerah timur kota Semarang, tepatnya di depan SMA Institut Indonesia.

Jalanan sepi, karena abis hujan, gelap dan tidak ada seorangpun yang
lewat kecuali kami berdua. Pas di depan sebuah rumah tua, ada seseorang
yang menyeberang di jembatan, karena jalan itu dua arah dipisahkan oleh
sungai yang cukup besar. Terlihat dari kejauhan yang menyeberang itu
adalah seorang wanita, bertubuh semampai, memakai kerudung warna hijau
gelap, dan setelah aku memperhatikan cara jalan wanita itu seperti
melompat-lompat, mukanya tidak kelihatan karena tertutup kerudung.

Aku mengambil inisiatif untuk ngomong dengan ibu, ternyata ibu tidak
melihat wanita itu, aku kaget sekali pada waktu itu, beliau ngomong
“Mana, kok aku nggak liat apa-apa”, padahal jarak kami dengan wanita itu
makin lama makin dekat. Aku mencoba untuk tenang. Aku membaca ayat-ayat
suci Al-Quran sambil terus menjalankan motorku, sampai akhirnya kita
berpapasan, aku liat mukanya dengan jelas, karena terkena sorot lampu
motor. Wuiii..h ngeri banget. Mukanya separo berwarna merah ditutupi
dengan kerudung hijaunya, bajunya berlumuran darah, kakinya yang satu
nggak ada telapaknya.. wuih aku benar-benar ngeri melihatnya. Pada waktu
itu ibu juga diam saja, nggak bereaksi apa-apa, baru setelah kami
melewatinya, beliau ngomong "Kok, baunya wangi banget ya…", terus ibu
menoleh ke belakang ternyata dia kaget melihat seorang wanita yang
melompat masuk ke dalam suatu rumah kosong itu dengan menghentakkan satu
kakinya. Ibu menyuruh aku agar mempercepat laju motornya. Akhirnya kami
baru bisa saling ngomong, setelah kami tiba di rumah sakit. Jadi ibu
baru tahu wanita itu setelah kami melewatinya, sedangkan pas wanita itu
berada di depan hanya aku saja yang tahu.