Blank On Computer
======Blank==On==Computer======

===========================
Selamat datang di Blank On Computer
===========================

=======================
Jangan lupa klik Pendaftaran ya
=======================

=========================================
Semua anggota baru masuk udah kami aktivkan akun nya .. Kalo ga bisa cek email silahkan buka 1 hari setelah pendaftaran .. =========================================


Terima kasih atas partisipasi kalian.. Moga Blank On Computer jadi Forum yg berguna bagi seluruh umat manusia ..


Blank On Computer Is Largest Forum Indonesia
 
IndeksPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Online
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search

Share | 
 

 Ketika Jin Penunggu Pohon Terusik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Ilmy Koncek
Administrator
 Administrator


Aquarius Jumlah posting : 130
Join date : 14.12.11
Age : 24
Lokasi : Padang, Sumatera Barat

PostSubyek: Ketika Jin Penunggu Pohon Terusik   Fri Jan 20 2012, 22:31

Kejadian ini dialami Ramli sekitar empat tahun lalu. Ketika dia masih
tercatat sebagai mahasiswa Undip Semarang. Tepatnya, ketika menikmati
masa liburan semesteran yang lumayan panjang. Masa liburan benar-benar
diluangkan untuk rilek setelah 6 bulan bergelut dengan bangku kuliah.
Ramli, Andri, Rachmad, dan Ridho empat sekawan yang di lingkungan kampus
tergolong mahasiswa paling ulet belajar. Maka mendapatkan liburan
seminggu tida dilepas begitu saja. Acara mengisi liburan pun dirancang
demikian matang. Sampai-sampai rencana untuk bertandang di rumah Andri
yang berada di Bandungan dibatalkan. Kemana mereka mengisi liburan?
Berempat akhirnya menyepakati berlibur di rumah Ridho yang terletak di
Purwantoro, Wonogiri. Agak terpencil memang, tapi mereka justru ingin
menikmati keterpencilan itu sembari lebih dekat dengan alam pedesaan.
Rumah Ridho meski masih harus menempuh perjalanan setapak sejauh 1 km
bagi mereka tidak masalah.
Singkat cerita, mereka berempat berangkat dari Semarang sekitar pukul
12.35 WIB. Tiba di kota Wonogiri sekitar 16.00 WIB. Dilanjutkan dengan
naik angkudes (angkutan pedesaan) menuju ke Kecamatan Purwantoro. Sampai
kemudian Ridho meminta sopir angkudes berhenti di suatu tempat. Ridho
mengajak mereka turun di dekat persawahan itu karena sudah sampai pada
jalan setapak menuju ke rumahnya.
Perjalanan masih cukup jauh, agar lebih cepat mencapai rumah Ridho
petang itu juga mereka mengadakan long march. Sampai selepas magrib
mereka baru tiba di rumah Ridho. Namun karena rumahnya sempit diahlihkan
bermalam di rumah paman Ridho. Baru pada keesokan harinya setelah
bangun pagi Ramli pandangan terpaku pada sebuah pondok kosong yang
dinding-dindingnya terbuat dari kayu.
Letaknya menyendiri diantara rumah-rumah yang bertebaran di dusun berada
di pinggiran bukit itu. Lokasi pondok kosong itu agak menonjol, berada
di dataran agak tinggi. Ketika Ramli menawarkan teman-temannya untuk
menginap di pondok kosong itu mereka tidak keberatan. Pasalnya, pada
malam liburan keempat sekawan ini sering meluangkan waktu main gitar dan
menyanyi-nyanyi sambil membakar jagung.
“Terserah kalian kalau mau tinggal di rumah kosong itu. Rumah itu
punyaan paman, dulu ditempati pekerja kebun paman tapi terus pindah
karena tidak kerasan,” ujar paman Ridho. Pondok kosong itu lumayan luas
dengan dua buah kamar dan dapur yang masih tradisional. Mereka terus
bercanda tawa dan merencanakan seabreg kegiatan buat besok termasuk
pergi ke kali alami yang mengalir dari atas bukit.
Sampai malam tiba. Setelah selesai menghabiskan makan malam, jagung
bakar mereka berkumpul di ruang tengah dan santai-santai sampai bermain
gitar. Makin lama nyanyian yang diperdendangkan semakin mendayu hingga
akhirnya satu per satu tertidur. Hanya Ramli dan Andri yang belum tidur.
Masih terus bercengkerama dengan pelan, dan tidak lagi diiringi denting
gitar.
Keduanya membicarakan persoalan seputar perjalanan politik dalam negeri.
Tiba-tiba Ramli yang setadi tadi terlihat termenung mendengar suara
ranjang kamar depan yang kosong seperti dibebani oleh sesuatu. Serta
merta dia enur menoleh ke arah kamar tanpa pintu itu. Ia terpaku melihat
sesosok bayangan yang duduk di ranjang terbuat dari papan tersebut.
Bayangan tembus pandang yang menyerupai sosok manusia duduk seorang
diri. Ahh.., apa benar malam-malam begini ada orang masuk ke pondok ini,
pikir Ramli. Nafas yang dihembusnya tiba-tiba seperti tercekik,
mendapati sosok itu melihat ke arahnya “Kkrekkk….” bayangan itu lalu
bergerak turun disertai dengan suara pijakan seperti benda berat pada
lantai yang terbuat dari papan.
Bayangan itu seperti menatap tajam ke arah Ramli dan tiba-tiba bergerak
cepat melaju ke arah Ramli. Dan…, perasaannya tak bisa ditahan lagi,
langsung tersentak kaget. Menjerit sekuatnya “Aaaaaaggghhhhh!!” jeritan
Ramli membangunkan seluruh isi rumah itu. Namun hanya terbangun sekejab,
mengira jeritan Ramli hanya main-main. Dalam waktu tidak lama tiba-tiba
dari arah atap rumah terdengar bunyi yang sangat keras seperti suatu
benda menabrak atap rumah itu “Brraakkk !!”
Rasa ketakutan Ramli semakin menjadi-jadi, dia lantas
menggoyang-goyangkan tubuh teman-temannya. Andri yang semula
bercengkerama dengan Ramli langsung berhimpit ke arah Ramli, “Iya Ram
suara apa ya tadi…,” tanya Andri yang ternyata juga ketakutan. Apa yang
dia dengar tidak berhenti sampai di situ, tiba-tiba dari arah pintu
depan terdengar seseorang yang mengetuk-ngetuk pintu dan kaca jendela.
“tuk-tuk-tuk” suara ketukan itu terdengar berbarengan.
Anehnya lagi, suara itu dalam waktu sekejab sudah berpindah ke arah
dapur bawah lantai. Ridho dan Rachmad yang tidur langsung terbangun.
Langsung respek dengan apa yang terjadi di dalam rumah kosong itu.
Mereka langsung berhimpit dan berdoa bersama-sama. Suasana malam menjadi
hening. Mendadak serangga malam tidak lagi terdengar.
Baru kemudian mereka bisa melanjutkan tidur dengan tenang. Keesokan
harinya paman Ridho ketika mendengar cerita keberadaan sosok dan suara
misterius dalam pondok kosong sempat tercenung.
“Oh jadi itu yang menyebabkan pekerja kebun paman tidak kerasan. Kalau
begitu nanti malam kalian pindah ke rumah paman saja. Suara-suara itu
setahu paman bukan setan. Mungkin jin penunggu pohon besar yang berada
di dataran atasnya pondok kosong,” tuturnya paman Ridho langsung pamit
pergi tidak melanjutkan ceritanya. Ridho tahu tentang keganjilan itu,
siang itu juga mengajak teman-temannya pindah ke rumah pamannya. Ridho
ketika itu hanya berpikir jika jin penunggu pohon besar mungkin terusik
oleh kehadiran mereka.



Add



Facebook
[You must be registered and logged in to see this image.]
Kembali Ke Atas Go down
http://blank-on.yourme.net
 
Ketika Jin Penunggu Pohon Terusik
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» *ketika anda sedang berjalan di daerah Ganton dan menemukan sebuah graffiti*

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Blank On Computer :: Beranda :: Cerita Horor-
Navigasi: