Blank On Computer
======Blank==On==Computer======

===========================
Selamat datang di Blank On Computer
===========================

=======================
Jangan lupa klik Pendaftaran ya
=======================

=========================================
Semua anggota baru masuk udah kami aktivkan akun nya .. Kalo ga bisa cek email silahkan buka 1 hari setelah pendaftaran .. =========================================


Terima kasih atas partisipasi kalian.. Moga Blank On Computer jadi Forum yg berguna bagi seluruh umat manusia ..


Blank On Computer Is Largest Forum Indonesia
 
IndeksPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Online
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search

Share | 
 

 Jatuh Cinta pada Arwah Penasaran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Ilmy Koncek
Administrator
 Administrator


Aquarius Jumlah posting : 130
Join date : 14.12.11
Age : 24
Lokasi : Padang, Sumatera Barat

PostSubyek: Jatuh Cinta pada Arwah Penasaran   Fri Jan 20 2012, 22:18

Cinta memang buta. Sampai-sampai tidak tahu jika pasangan yang diajaknya
bercinta itu adalah arwah yang mati penasaran. Cerita ini dialami
seorang pemuda yang tinggal di Klaten, dia menjalani percintaan dengan
seorang gadis yang bertahi lalat di pipi kiri.
Gadis yang sekarang ada dalam bayangannya itu mengaku bernama Riana,
tinggal tidak jauh dari rumah Deny yang baru. Cerita ini sendiri dialami
ketika Deny bersama keluarganya pindah ke rumah yang baru, jaraknya
sekitar 25 km dari arah Klaten.
Karena ada tugas baru di sebuah kecamatan, keluarga besar mereka
terpaksa pindah di sebuah desa yang cukup terpencil. Semula Deny merasa
kesepian, tidak ada teman yang bisa diajak berbincang. Di lingkungan
barunya dia masih merasa asing.
Sampai suatu malam sewaktu datang dari kota, Deny melihat seorang gadis
yang tampaknya kemalaman. Dia berdiri sendirian di pinggir jalan, tidak
jauh dari desanya. Setelah dipapas dengan sepeda motor yang
dikendarainya, gadis itu mengaku berasal dari desa yang sama dengan
Deny.
Karena tidak keberatan pulang bersama-sama, mereka berdua akhirnya
berboncengan. Sepanjang perjalanan keduanya saling bertanya tentang
asal-usul masing-masing, terutama alamat dan rumahnya. Hanya saja, Riana
tidak begitu jelas memberikan alamat rumahnya, dia bilang tidak jauh
dari rumah Deny.
Sewaktu keduanya berpisah di sebuah gang yang tidak seberapa lebar,
dalam batin Deny mengagumi kecantikan Riana. Apalagi, setelah diteliti
secara seksama, dia malah terkesima menyaksikan tahi lalat kecil
bertengger di pipi kirinya. “Ah, sungguh luar biasa manisnya gadis licah
ini,” pikir Deny.
Diam-diam dalam hati Deny menanam harapan cintanya pada Riana. Dia
benar-benar telah jatuh cinta ! Hingga suatu malam keduanya bertemu lagi
di sebuah poskampling. Kesempatan itu tidak sedikitpun diluangkan Deny
untuk dapat mengungkap isi hati Riana. Sampai satu penuturan sulit
dipercaya meluncur dari bibir Riana.
“Aku sejak bertemu sebenarnya ingin mengatakan kalau sudah kenal sejak
mas Deny datang ke desa ini. Cuma aku enggak berani aja untuk mendekati
mas,” tuturnya dengan manja. Penuturan itu sebenarnya membuat Deny
bingung, karena merasa belum pernah mengenal Riana. Tapi bagaimana dia
bisa mengenalnya lebih dulu?
“Ah, biarin aja. Mungkin dia sudah lama mengidolakan saya,” batin Deny
jadi ‘gede rumangsa’. Tak terasa malam semakin larut, Riana buru-buru
meminta untuk diantar pulang. Deny sendiri jadi kebingungan sebab belum
pernah diberitahu alamat rumahnya. Riana selalu bilang dekat rumah Deny.
Tapi sebelah mana ?
“Itu lho yang dekat dengan rumah sebelah mas. Pokoknya disekitar situ.
Nanti mas nganternya sampai rumah sebelah saja ya,” ujar Riana.
Tapi Maya hanya tersenyum saja melihat aku kebingungan dengan tingkahnya
hari ini, dan yang lebih membingungkan lagi ketika aku sadar ternyata
selama ini aku belum pernah tau di mana Maya tinggal. Yang aku tau Maya
tinggal 100 meter dari sekolahku, entah mengapa jika aku bertanya dan
ingin ke rumahnya, Maya selalu menolak dan langsung mengalihkan
pembicaraan. Kalo sudah begitu aku cuma bisa diam dan tak bisa berkata
apa-apa lagi.
Suatu hari pamanku datang dan semenjak itu aku tau siapa Maya
sebenarnya. Pagi itu paman datang dengan membawa suatu barang yang entah
kami sekeluarga tidak mengetahui apa maksud semua itu. Tak berapa lama
paman berbincang-bincang dengan ayah dan ibu di teras depan. Entah apa
yang dibicarakan dan aku mungkin tak terlalu ambil pusing, sampai
tiba-tiba aku dipanggil bik Sumi, katanya aku dipanggil ayah dan ibuku.
Setelah aku mendekat, entah bagaimana tiba-tiba aku melihat ibu sedang
menangis dan ayah terlihat pucat sekali, ketika itu aku juga melihat
paman memandangku dengan pandangan yang tajam sekali. Semua itu membuat
aku semakin bingung saja dan ketika aku bertanya apa yang terjadi,
malahan ibu semakin menangis dan menangis, membuat aku semakin tak
mengerti. Sampai pamanku akhirnya mengatakan sesuatu yang diluar masuk
di akal sehat, “Ron, apakah kamu akhir-akhir ini merasakan hal yang aneh
dan menyeramkan ?” ditanya seperti itu aku makin bingung.
“Paman bertanya apa? Tidak, aku tidak pernah merasakan apa yang paman
katakana tadi ?” aku lihat paman sedikit pucat dan entah mengapa
tiba-tiba paman membaca suatu ayat Al-Quran yang entah surat apa, semua
itu membuat aku jadi bertanya-tanya. Setelah selesai paman berkata “Ron,
apa kamu kenal dengan gadis yang bernama Maya ?” tersentak aku
dibuatnya, mengapa paman kenal dengan Maya dan bagaima paman
mengenalnya. Mungkin paman tau apa yang aku pikirkan, dan langsung
menjelaskan mengapa paman kenal dengan maya.
Ternyata Maya adalah anak dari pembantu paman yang meninggal 8 tahun
yang lalu karena bunuh diri dengan menggantung dirinya sendiri di pohon
mangga di depan rumahku. Bagai disambar petir aku menolak mengakuinya,
mungkin saja Maya yang paman maksud bukan Maya yang aku cintai selama
ini. Tapi setelah paman menyebutkan ciri-cirinya, maka baru aku percaya,
memang Maya itu yang telah lama aku cintai dan menjadi pacarku selama
ini.
Kemudian paman memberikan aku sebuah tulisan Arab yang entah apa
maksudnya dan artinya, tapi karena ibu yang menyuruh aku menerimanya
maka aku terima. Entah mengapa aku jadi takut untuk bertemu Maya lagi,
dan aku baru sadar dengan tingkah aneh yang dilakukan Maya kemarin
malam.
Semenjak aku menyimpan kertas pemberian paman, Maya tak pernah datang
dan aku juga tak pernah melihatnya lagi, entah dia sudah menghilang atau
takut, sampai suatu hari aku menerima sepucuk surat dengan tidak
disertai nama pada amplopnya.
Setelah membaca surat dari maya itu aku tak sadarkan diri, entah aku
harus bagaimana apakah aku harus sedih atau senang… aku tak tahu…



Add



Facebook
[You must be registered and logged in to see this image.]
Kembali Ke Atas Go down
http://blank-on.yourme.net
 
Jatuh Cinta pada Arwah Penasaran
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» RolePlay Dengan Baik

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Blank On Computer :: Beranda :: Cerita Horor-
Navigasi: